Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) Universitas Hasanuddin kembali menorehkan prestasi dengan menciptakan inovasi ramah lingkungan. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam CrestaGro berhasil mengembangkan pupuk organik cair (POC) dari limbah organik, khususnya daun-daun kering yang melimpah di lingkungan kampus.
Ide brilian ini bermula dari mata kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diajarkan oleh Prof. Knusnul Yaqin. Nurul Dhafiyah, salah satu mahasiswa perintis CrestaGro, melihat potensi besar dari limbah organik yang selama ini seringkali terbuang percuma. “Saya terinspirasi melihat banyaknya sampah daun di sekitar fakultas, terutama saat musim kemarau. Dimotivasi oleh Prof. Khusnul, dari situlah muncul ide untuk mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Dhafiyah.

Tidak hanya berhenti pada ide, Dhafiyah pun menjadikan pengolahan limbah organik sebagai salah satu program kerja dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ia melibatkan dan membimbing beberapa mahasiswa MSP angkatan 2022 dan 2023 untuk turut serta dalam proses pembuatan POC. Selain daun, limbah sayuran juga dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik cair ini.
POC CrestaGro juga telah dipasarkan ke masyarakat, termasuk civitas akademika fakultas. Pupuk ini dikemas dalam botol 1,5 liter dengan harga 50.000 rupiah per buahnya. POC CrestaGro diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan lingkungan, khususnya terkait pengelolaan limbah organik. Selain itu, POC ini juga dapat menjadi alternatif pupuk sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.