Rahmat Pratama Putra, mahasiswa program studi Manajemen Sumber Daya Perairan, FIKP, berhasil lolos seleksi program KKN Suiji (Six University Initiative Japan Indonesia Service Learning Program) di Jepang bersama 12 orang lainnya dari berbagai program studi di Universitas Hasanuddin. Program KKN ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan potensi diri di negeri Sakura. Proses seleksi yang ketat meliputi penilaian berkas dan wawancara telah menghasilkan delegasi terbaik yang mewakili berbagai universitas di Indonesia dalam program bergengsi ini. Kemampuan berbahasa Inggris yang baik menjadi syarat utama, sementara kemampuan berbahasa Jepang menjadi nilai tambah bagi peserta.

Selama 14 hari para mahasiswa ditempatkan di berbagai lokasi di Jepang. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, seperti melakukan observasi kondisi desa, berinteraksi dengan masyarakat lokal, serta mengembangkan proyek-proyek kecil berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Rahmat ditempatkan di Desa Ootoyo, Kochi, bersama seluruh peserta Suiji dari Jepang dan Indonesia, yang terdiri dari 13 mahasiswa Kochi University, 3 mahasiswa IPB, 3 mahasiswa UGM, dan 2 mahasiswa Unhas. Dalam observasinya bersama peserta lain, ditemukan beberapa masalah mendasar di Desa Ootoyo. Pengelolaan fasilitas dan sumber daya alam, khususnya bambu, belum maksimal. Selain itu, desa ini juga menghadapi masalah depopulasi, banyaknya lansia, dan minimnya fasilitas kesehatan. Kondisi geografis yang rawan longsor serta keberadaan serangga yang mengganggu juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat setempat. Dari hasil identifikasi masalah ini, Rahmat dan peserta lain tergerak untuk membuat peta interaktif tentang keanekaragaman hayati di desa tersebut sebagai upaya untuk menarik minat generasi muda dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Mengikuti program KKN di Jepang telah memberikan saya berbagai peningkatan yang signifikan. Saya memperoleh perspektif global yang lebih luas, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, serta mengasah kepekaan terhadap berbagai hal. Selain itu, saya juga merasakan peningkatan yang besar dalam kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang. Jika dibandingkan dengan Indonesia, saya menemukan bahwa masyarakat Jepang sangat disiplin dan tepat waktu, dan hal tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkembang setiap harinya. Teman-teman yang saya temui di sana juga telah menjadi seperti keluarga bagi saya. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan saya, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Interaksi dengan masyarakat lokal dan peserta lainnya dari berbagai latar belakang telah memperkaya perspektif saya tentang kerjasama dan empati. Selama berada di Jepang, saya belajar bahwa kedisiplinan dan ketepatan waktu adalah kunci sukses dalam banyak hal, dan saya berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Teman-teman yang saya dapatkan di sana telah memberikan kenangan yang berharga, dan ikatan yang terbentuk akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya” tuturnya.