Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui pemaparan inovatif dari Prof. Dr. Ir. Khusnul Yaqin, M.Sc. Dalam kunjungannya ke Iran, Prof. Khusnul membagikan pandangan mendalam mengenai pentingnya pemantauan kualitas lingkungan perairan berbasis riset ekotoksikologi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya prodi untuk mendiseminasikan hasil riset kepada khalayak luas, sekaligus memberikan inspirasi bagi mahasiswa mengenai relevansi antara kesehatan biota laut dengan keberlangsungan industri perikanan di Indonesia.

Sebagai pakar di bidang ekotoksikologi, Prof. Khusnul Yaqin menekankan bahwa tantangan terbesar ekosistem laut saat ini bukan hanya eksploitasi berlebih, melainkan juga degradasi kualitas lingkungan akibat kontaminan. Beliau menjelaskan bagaimana penggunaan indikator biologis (bioindikator) dapat menjadi alat deteksi dini yang efektif untuk mengukur tingkat polusi di suatu kawasan perairan. “Memahami bagaimana polutan berinteraksi dengan organisme laut adalah kunci untuk menyusun strategi mitigasi yang efektif. Kita tidak hanya bicara soal angka di laboratorium, tapi soal keselamatan rantai makanan yang berujung pada manusia,” paparnya dalam sesi penjelasan tersebut.
Selain aspek teknis, Prof. Khusnul juga mengajak para mahasiswa dan peneliti muda untuk lebih aktif dalam melakukan observasi lapangan. Melalui pendekatan praktis yang ditunjukkan dalam dokumentasi kegiatannya, beliau mendorong integrasi antara teori di kelas dengan dinamika nyata yang terjadi di perairan nusantara. Sinergi antara riset ekotoksikologi dan manajemen sumber daya perairan diharapkan mampu melahirkan kebijakan pengelolaan wilayah pesisir yang lebih komprehensif. Dengan data yang kuat, prodi MSP Unhas terus berupaya menjadi pusat rujukan dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestarian fungsi ekologisnya.