Salah satu dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) FIKP Unhas, Zabhika Dinda Istnaeni, S.Pi., M.Si. mempresentasikan hasil risetnya dalam ajang The 9th International Conference on Sustainable Future for Human Security (Sustain 2025). Konferensi internasional ini diselenggarakan di Kyoto University, Jepang, pada 18 November 2025.

Dalam pemaparannya, Zabhika membawakan materi berjudul “Integrating remote sensing and fishery data to characterize grouper fishing grounds in spermonde island, Indonesia” dimana ia mengombinasikan data lapangan tradisional dengan teknologi mutakhir. Fokus utama riset ini adalah pemanfaatan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) untuk mengidentifikasi dan memprediksi daerah tangkapan (fishing grounds) ikan kerapu di Kepulauan Spermonde, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Melalui pendekatan ini, sebaran kesesuaian habitat dan stok ikan kerapu dapat diprediksi dengan lebih akurat, sehingga membantu para nelayan dan pengelola kawasan dalam merencanakan aktivitas penangkapan yang lebih efisien dan terukur. Integrasi data perikanan dengan teknologi satelit ini menjadi solusi atas tantangan manajemen sumber daya di wilayah kepulauan yang luas.
Zabhika menilai bahwa transformasi digital dalam dunia kelautan adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya, pemanfaatan citra satelit dan Sistem Informasi Geografis (SIG) akan memegang peranan krusial dalam tahun-tahun mendatang. “Ke depan, pemanfaatan penginderaan jauh dan SIG bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan dalam pengambilan kebijakan yang berbasis data (data-driven policy). Hal ini sangat penting untuk menjamin keberlanjutan sumber daya perairan kita,” pungkas Zabhika di sela-sela kegiatan konferensi. Keikutsertaan dosen MSP Unhas dalam forum Sustain 2025 di Jepang ini semakin mempertegas posisi FIKP Unhas dalam kancah riset global, sekaligus membawa misi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan kelautan di Sulawesi Selatan dan Indonesia.