Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada hari Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema pengelolaan limbah organik ini berlokasi di Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Prodi MSP, Dr. Ir. Sri Wahyuni Rahim, S.T., beserta jajaran dosen MSP dan sekitar 30 orang warga setempat. Kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan dari perwakilan dosen Prodi MSP, Prof. Dr. Ir. Sharifuddin Bin Andy Omar, M.Sc. Turut hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan acara tersebut adalah Drs. H. Ikhsan Iskandar, M.Si., selaku Bupati Jeneponto periode 2013-2023, bersama dengan Lurah Empoang Utara.
Memasuki sesi inti, Dr. Ir. Basse Siang Parawansa, M.P., hadir sebagai narasumber yang memaparkan materi krusial mengenai pengolahan limbah organik rumah tangga dan limbah organik tambak. Mengingat Kelurahan Empoang Selatan merupakan kawasan pesisir dan salah satu titik aktivitas budidaya perikanan tambak air payau, pengelolaan limbah menjadi sangat penting. Dalam pemaparannya, Dr. Basse menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga yang tidak dikelola dan masuk ke saluran pemasukan air tambak dapat memicu eutrofikasi atau ledakan populasi alga. Di sisi lain, limbah internal tambak yang berasal dari sisa pakan dan feses ikan rentan memproduksi gas beracun, seperti amonia dan hidrogen sulfida, yang sangat mengancam kelangsungan hidup biota air.

Sebagai langkah mitigasi yang produktif, ditawarkan beberapa solusi terintegrasi. Solusi tersebut di antaranya adalah biokonversi maggot BSF, yakni pemanfaatan larva Black Soldier Fly untuk mengurai sampah organik basah menjadi biomassa kaya protein yang dapat digunakan sebagai substitusi pakan ikan. Selain itu, ditawarkan pula pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan mengolah limbah basah rumah tangga melalui teknologi fermentasi sederhana selama 14-21 hari untuk dijadikan pupuk cair penumbuh plankton di tambak maupun penyubur tanaman pesisir. Lebih lanjut, narasumber juga memaparkan metode bioremediasi yang menggunakan aplikasi probiotik untuk mengurai bahan organik dan gas beracun secara langsung di dalam kolom air dan dasar tambak.
Pemaparan materi tersebut disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat. Sesi diskusi berjalan interaktif, ditandai dengan partisipasi aktif warga, salah satunya Ibu Novianti yang mengajukan pertanyaan detail mengenai prosedur pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC).
Rangkaian kegiatan PKM ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara tim akademisi Prodi MSP Unhas dan seluruh masyarakat yang berpartisipasi, menandai komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih dan produktif.