Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan kegiatan Praktik Lapang (Praklap) Terpadu bagi para mahasiswanya. Kegiatan yang merupakan bagian vital dari kurikulum akademik ini dilaksanakan di dua lokasi strategis, yakni Pulau Barrang Lompo dan Pelabuhan Perikanan Untia, pada tanggal 8 hingga 10 Mei 2026.

Rangkaian kegiatan dimulai di Pulau Barrang Lompo pada 8-9 Mei 2026. Di lokasi ini, sebanyak 103 mahasiswa didampingi oleh beberapa dosen pembimbing, termasuk Ketua Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Dr. Ir. Sri Wahyuni Rahim, M.Si. beserta 20 asisten melakukan observasi mendalam terhadap ekosistem lamun. Praktik ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah Rehabilitasi dan Pengembangan Sumber Daya Perairan serta Pengelolaan Sumber Daya Perikanan. Selain pengamatan ekosistem, para praktikan juga melakukan kunjungan industri dan konservasi ke beberapa titik krusial, di antaranya PT Dinar, Sangkarrang Ocean Diver (SOD), serta fasilitas hatchery. Di sana, mahasiswa berkesempatan melihat langsung upaya konservasi kima dan teknik transplantasi terumbu karang sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekosistem bawah laut.

Memasuki hari ketiga, 10 Mei 2026, kegiatan berlanjut ke Pelabuhan Perikanan Untia. Pada fase ini, skala kegiatan menjadi lebih besar dengan total peserta mencapai 610 mahasiswa dari berbagai program studi, didampingi jajaran dosen pengampu mata kuliah dan 67 asisten. Fokus utama di Untia adalah pengamatan ekosistem mangrove. Dengan menggunakan metode transek dan petak ukur (plot) berukuran 10×10 meter, para mahasiswa mengumpulkan data mengenai jenis dan spesies mangrove untuk melihat tingkat dominansi serta keanekaragaman hayati. Selain itu, dilakukan penghitungan jumlah pohon untuk mengetahui frekuensi dan kerapatan mangrove, serta pengamatan terhadap biota-biota yang berasosiasi di lingkungan tersebut.
Kegiatan Praklap Terpadu ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai dinamika lingkungan perairan secara langsung. Melalui pengamatan lapangan dan interaksi dengan praktisi di industri maupun balai konservasi, mahasiswa tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dalam pengambilan data ilmiah. Kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta, mempertegas komitmen Program Studi MSP FIKP Unhas dalam mencetak lulusan yang unggul di bidang kelautan dan perikanan.