Sebagai upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan, Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin (Unhas), memberangkatkan mahasiswanya untuk mengikuti International Student Mobility Outbound di Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia, pada Kamis (15/10/2026). Program ini terselenggara melalui skema Short-Term: Bachelor of Science (Analytical and Environmental Chemistry) with Honours di Fakulti Sains dan Sekitaran Marin (FSSM), UMT, dan menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional antara kedua institusi.

Sebanyak lima mahasiswa MSP Unhas terpilih sebagai peserta, yakni Hani Humairah S. Adam, Marwa, Khadija, Nurhalisti, dan Rahmi Jalal. Selama program berlangsung, mereka akan mendalami pembelajaran dan penelitian tentang mikroplastik, terutama kaitannya dengan pencemaran lingkungan perairan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persoalan mikroplastik sekaligus memperkaya pengalaman akademik dan keterampilan riset di lingkungan internasional.

Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan registrasi kelima mahasiswa sebagai peserta student mobility outbound di UMT. Tahapan ini menandai dimulainya rangkaian aktivitas akademik mahasiswa selama berada di universitas tersebut.

Selanjutnya, rombongan berkunjung ke International Centre UMT. Pada kesempatan tersebut, pihak Unhas menyerahkan plakat kepada Prof. Dr. Kesaven A/L Bhubalan selaku Director of International Centre UMT. Penyerahan plakat ini merupakan bentuk apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin, sekaligus menegaskan komitmen kedua universitas untuk terus mengembangkan kolaborasi akademik dan program mobilitas mahasiswa internasional.

Usai dari International Centre, rombongan Unhas bergerak menuju FSSM UMT untuk mengikuti agenda penerimaan mahasiswa. Kedatangan rombongan disambut oleh para dosen FSSM UMT, yaitu Dr. Noorlin binti Mohamad, Dr. Ku Mohd Kalkausar bin Ku Yusof, AP Dr. Azrilawani binti Ahmad @ Othman, dan AP Dr. Hafiza binti Mohamed Zuki.

Selama mengikuti program, mahasiswa MSP Unhas mendapat bimbingan akademik dari AP Dr. Tuan Nurul Sabiqah binti Tuan Anuar dan AP Dr. Yusof Shuaib bin Ibrahim selaku supervisor dari FSSM UMT. Keduanya berperan besar dalam menyiapkan dan menyukseskan program, mulai dari koordinasi dengan berbagai pihak, pengurusan dokumen dan administrasi akademik, hingga pendampingan mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Peran tersebut sangat penting agar mahasiswa dapat menjalankan program sesuai dengan ketentuan dan mekanisme akademik yang berlaku di UMT.

Agenda penerimaan juga dihadiri oleh sejumlah mahasiswa program doktoral (S3) UMT yang akan mendampingi mahasiswa MSP Unhas selama program, yaitu Ahmad Ammarluddin bin Mohd Ali, Ahmad Hanafi bin Ahmad Kamal, Nur Izzati binti Abd Razak, Aina Arifah binti Khalid, dan Wan Nur Iwani binti Wan Rushdi. Keberadaan para pendamping ini diharapkan dapat mempermudah adaptasi mahasiswa, menunjang kelancaran kegiatan akademik dan penelitian, serta mendorong interaksi dan pertukaran pengetahuan antarmahasiswa kedua universitas.

Keberangkatan mahasiswa MSP Unhas turut didampingi oleh tiga dosen MSP, yaitu Ketua Program Studi MSP Unhas, Dr. Sri Wahyuni Rahim, S.T., M.Si.; Prof. Ir. Khusnul Yaqin, M.Sc.; dan Dr. Ir. Basse Siang Parawansa, M.P. Pendampingan ini dilakukan untuk mendukung proses penerimaan dan adaptasi awal mahasiswa, sekaligus mempererat koordinasi akademik antara Program Studi MSP Unhas dan FSSM UMT.

Program outbound internship ini dilaksanakan selama periode 15 Oktober hingga 6 November 2026. Dalam rentang waktu tersebut, kelima mahasiswa akan menjalani kegiatan akademik dan penelitian yang berfokus pada mikroplastik, salah satu isu pencemaran perairan yang mendapat perhatian serius dalam pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.

Topik mikroplastik sangat relevan dengan bidang Manajemen Sumber Daya Perairan. Kajian ini mencakup pemahaman tentang keberadaan partikel plastik berukuran kecil di lingkungan akuatik, potensi dampaknya terhadap biota perairan, serta pentingnya pemantauan pencemaran sebagai dasar upaya perlindungan ekosistem. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai pencemaran mikroplastik dan memperoleh pengalaman langsung dalam metode analisis serta penelitian lingkungan yang diterapkan di UMT.

Selain mengembangkan kompetensi akademik, program ini juga menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, kemandirian, daya adaptasi, dan kerja sama di lingkungan akademik global. Interaksi dengan dosen dan mahasiswa UMT diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir serta membangun jejaring akademik yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan mahasiswa di masa depan.

Pelaksanaan International Student Mobility Outbound ini mencerminkan komitmen Program Studi MSP FIKP Unhas dalam memperluas akses pembelajaran internasional bagi mahasiswa. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pintu pembuka bagi pengembangan kolaborasi pendidikan dan penelitian, khususnya di bidang pencemaran mikroplastik dan pengelolaan lingkungan perairan.

Sepulang dari program ini, mahasiswa MSP Unhas diharapkan dapat membawa pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan baru untuk diterapkan dalam pengembangan kajian ilmiah serta pengelolaan sumber daya perairan di Indonesia. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan akademik antara Universitas Hasanuddin dan Universiti Malaysia Terengganu, sekaligus meningkatkan daya saing mahasiswa FIKP Unhas di kancah internasional.